English Monday #11 – Money Proverbs

MONDAY ENGLISH

By Arnis Silvia

DIFFERENT FISH DIFFERENT POND (4)

Halo sobat PPIA UniSA. Bertemu lagi di hari Senin terakhir bulan April, sekaligus edisi terakhir Different Fish Different Pond untuk bulan ini. Minggu ini kita akan melanjutkan pembahasan mengenai peribahasa dalam Bahasa Indonesia dan padanannya dalam Bahasa Inggris. Kali ini, kita akan mengambil tema uang.

  • 1) Robbing Peter to pay Paul  

Proverb ini bermakna orang yang tidak punya uang lalu berhutang. Ia berhutang lagi untuk menutup utang sebelumnya. Dalam Bahasa Indonesia, kita mengenal “Gali lubang tutup lubang”

Contoh:

Lacey is totally broke now. She is robbing Peter to pay Paul.

  • 2) Buy a pig in a poke

Peribahasa ini bermakna membeli sesuatu tanpa melihat/ memeriksa dulu barang yang akan dibeli. Peribahasa yang mirip dengan ini adalah “Bagai membeli kucing di dalam karung”.

Contoh:

I am not surprised that the arranged marriage did not work. Paul is buying a pig in a poke, he never knew the girl.

  • 3) Early birds get worms

Burung yang rajin bangun pagi dapat cacing lebih banyak. Peribahasa ini semakna dengan “Bangun pagi murah rejeki” atau “Bangun pagi, atau rejekinya dipatok ayam” Contoh:

Mr Bernards always come to the office 30 minutes before his friends. He believes that early birds get worms.

  • 4) Cut your coat according to your cloth

Peribahasa ini berarti menyesuaikan antara pendapatan dan pengeluaran. Peribahasa yang mirip adalah “Bayang-bayang hendaknya sepanjang badan”. Contoh:

He spent his money on the new gadget again and he now complained that he’s got no money left! I wish he cut his coat according to his cloth.

  • 5) A penny saved is a penny earned

Peribahasa ini semakna dengan ‘hemat pangkal kaya’.

Contoh:

He is having a house mortgage to pay monthly. For him, a penny saved is a penny earned.

Nah, bagaimana sobat PPIA UniSA? Kalian punya peribahasa yang lain, share dan comment ya J

*taken from various sources.

 

ENGLISH MONDAY #10 – WISDOM PROVERBS

MONDAY ENGLISH

By Arnis Silvia

DIFFERENT FISH DIFFERENT POND (3)

Halo sobat PPIA Unisa. Berjumpa lagi dalam Monday English edisi 17 April 2017. Minggu

ini kita akan melanjutkan pembahasan mengenai peribahasa dalam Bahasa Indonesia dan

padanannya dalam Bahasa Inggris. Ini adalah lanjutan dari topik minggu lalu yaitu wisdom

atau kebijaksanaan.

Empty vessels make the most noise

Peribahasa ini rupanya mirip sekali dengan peribahasa ‘tong kosong nyaring bunyinya’ yang

bermakna: orang yang terlalu banyak kata-kata namun tidak sesuai dengan kenyataannya.

Contoh:

Nelly is just an empty vessel making the most noise. She always brags about her fictitious

achievement to new people that she met.

Rub salt into the wound

Bagaimana jika luka dibasuh air garam? Tentunya pedih sekali ya, sobat. Peribahasa ini

semakna dengan ‘sudah jatuh tertimpa tangga’ atau ‘bagai membasuh luka dengan air garam’

yang artinya keadaan yang sulit menjadi semakin pelik.

Contoh:

Mom, if you come here to entertain me, fine. But if you come here to remind me about my

mistake, no thank you, I don’t need someone who rubs salt into my wound.

United we stand, divided we fall

Peribahasa yang menekankan pada persatuan ini, semakna dengan ‘Bersatu kita teguh,

bercerai kita runtuh’.

Contoh:

Friends, we should really work together on our assignment. This needs a lot of hard work

together. Together we stand, divided we fall.

Pass the buck

Passing the buck artinya membuat seseorang bertanggung jawab atas perbuatan kita sendiri.

Dalam bahasa Indonesia, kita menyebutnya ‘Lempar batu sembunyi tangan’

Contoh:

The airline is apologizing for the flight rescheduling a day before the departure. They passed

the buck by saying that it is because of airport issues.

Look before you leap

Hati-hati sebelum melompat, yang seiring dengan peribahasa ‘Pikir dahulu pendapatan, sesal

kemudian tidak berguna’

Contoh:

Are you serious that you will leave your job and go travelling around the world backpacking

for a year? Look before you leap. You have a wife and a baby to feed.

Nah, bagaimana sobat PPIA UniSA? Kalian punya peribahasa yang lain, share dan comment

ya 

*taken from various sources.

English Monday #9 – Moral Idioms

MONDAY ENGLISH

By Arnis Silvia

DIFFERENT FISH DIFFERENT POND (2)

Halo sobat PPIA Unisa. Berjumpa lagi dalam Monday English edisi 10 April 2017. Minggu lalu kita sudah membahas peribahasa dalam Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan hewan. Minggu ini kita akan bahas peribahasa yang berkaitan dengan pesan moral atau kebijakan.

Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu, dan dalam tradisi Bahasa Melayu, perumpamaan sering digunakan sebagai bentuk nasihat. Tradisi ini seiring dengan tradisi syair untuk menyampaikan pesan.

Yuk kita intip peribahasa lainnya.

When in Rome do as the Romans do

Idiom ini sepadan dengan peribahasa ‘lain lading lain belalang, lain lubuk lain ikannya’ yang berpesan agar kita senantiasa menyesuaikan diri dengan adat dan kebiasaan di mana kita berada.

Contoh dalam kalimat

A: What are you doing with that sarong?

B: I am entering a mosque and I have to respect the others. When in Rome do as the Romans do.

Don’t cry over the spilt milk

Peribahasa ini semakna dengan ‘Nasi sudah menjadi bubur’.

Contoh:

A : I should have waited for him shall I know he is such a jerk

B : Come on, don’t cry over the spilt milk. It’s time for you to move on.

An eye for an eye, a tooth for a tooth

Hmm..terdengar sangat seram ya sobat? Peribahasa ini semakna dengan ‘Ada ubi ada talas, ada budi ada balas’ dan bisa juga digunakan untuk menggantikan ‘hutang nyawa dibalas nyawa’

A : Why should you hide your brother’s shoes?

B : He hid mine yesterday. An eye for an eye.

Kill two birds with one stone

Siapa sangka kalua peribahasa ini mirip dengan padanannya dalam Bahasa Indonesia, yaitu ‘sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui’ yang artinya mengerjakan beberapa hal dalam sekali waktu.

Huge winds blow on high hills

Peribahasa satu ini ada kemiripan dengan versinya dalam Bahasa Indonesia yaitu ‘semakin tinggi pohon, semakin besar anginnya’.

Nah, bagaimana sobat PPIA UniSA? Kalian punya peribahasa yang lain, share dan comment ya J

*taken from various sources.

 

English Monday #8 – Animal Proverb

MONDAY ENGLISH

By Arnis Silvia

DIFFERENT FISH DIFFERENT POND (1)

Hai sobat PPIA Unisa. Berjumpa lagi dalam Monday English edisi 3 April 2017. Selama bulan April ini, kita akan membahas peribahasa dalam Bahasa Indonesia dan dalam Bahasa Inggris. Minggu ini kita bahas peribahasa yang berkaitan dengan hewan, misalnya ‘Seperti katak dalam tempurung’ atau ‘Bagai pungguk merindukan bulan’.

Peribahasa berbeda antara satu budaya dengan budaya yang lain, karena pengaruh kondisi geografis, etnografis, dan kulturalnya. Misalnya, di Indonesia ada peribahasa ‘katak dalam tempurung (kelapa)’ dikarenakan di Indonesia banyak dijumpai pohon kelapa. Di negara/ benua lain yang non-tropis, pohon kelapa tidak tumbuh. Oleh karenanya, peribahasa ini diasosiasikan dengan ‘like a frog in a well’.

Yuk kita intip peribahasa lainnya.

Even maestro makes a mistake

Idiom ini sepadan dengan peribahasa “Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga”

From the frying pan into the fire

Peribahasa ini semakna dengan “Lepas dari mulut buaya, masuk ke mulut harimau”. Mungkin di negara Barat sana jarang ada buaya dan harimau ya sobat.

Snug as a bug in a rug

Hmm..terdengar sangat nyaman ya sobat? Peribahasa ini semakna dengan ‘Bagai ayam bertelur di atas padi’ yang artinya orang yang puas/ bersyukur dengan hidupnya.

All bark and no bite

Peribahasa ini mirip dengan padanannya dalam Bahasa Indonesia, yaitu ‘anjing menyalak tak menggigit’ yang artinya ‘orang yang hanya menakut-nakuti’

Like banging your head on the wall

Ouch, pastinya sakit sekali ya, kepala sakit namun temboknya tetap berdiri kokoh. Peribahasa ini semakna dengan ‘Bagai anjing menyalak di ekor gajah’ yang berarti ‘sesuatu yang sia-sia’.

Reference: Indonesian Idioms and Expressions: Colloquial Indonesian at Work

Nah, bagaimana sobat PPIA UniSA? Kalian punya peribahasa yang lain, share dan comment ya J